Waktu Ideal Berkendara, Jangan Lebih dari 10 Jam

Perjalanan turing memiliki batas waktu perjalanan. Sebab, stamina pengendara juga ada batasnya. Kalau sampai melebihi limit akan membahayakan pengendara itu sendiri juga pengendara lain.

“Tidak bisa meski sudah menyiapkan diri dengan baik tetapi saat perjalanan juga tidak diatur berapa lama berjalan, istirahat dan maksimal perjalanan, maka akan berakibat buruk bagi pengendaranya,” ungkap Jusri Pulubuhu, Training Director dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).

Menurut pria yang bermarkas di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan ini, untuk perjalanan jauh dia menyarankan agar lama perjalanan paling lama dua jam lalu melakukan istirahat.

“Istirahatnya setengah sampai satu jam. Pastikan melakukan perjalanan tidak lebih dari 10 jam. Sebab tubuh memiliki keterbatasan yaitu jam biologis tubuh manusia. Begitu lebih dari 10 jam dia akan mengalami kepenatan yang sangat luar biasa. Oleh karena itu dia harus mengatur waktu istirahatnya,” sebut Jusri.

Apabila telah mengalami kepenatan maka akan mempengaruhi kewaspadaan, kemampuan kognitif dalam merepresentasikan bahaya. “Segala teknik yang dia ketahui saat kondisi fisik jatuh maka akan hilang semua,” kata Jusri lebih lanjut.

Pengaruh jangka pendeknya dengan kesehatan adalah stamina tubuh lebih cepat menurun, kemudian dehidrasi, karena tubuh kita selalu aktif saat berkendara. “Ini berpengaruh terhadap refleks pengendara,” papar pria yang juga gemar off-road bermotor.

Jusri lebih jauh menyebutkan jadwal perjalanan yang paling baik adalah pagi hari. Setelah sebelumnya istirahat cukup pada malam harinya. “Perjalanan jauh tidak masalah, kalau pengaturan perjalanan tepat dan ingat jangan memaksakan diri untuk terus berkendara kalau memang tubuh sudah memberi sinyal istirahat,” pesannya. (motorplus-online.com)

Safety dan Konsentrasi Saat Berkendara, Dilarang Keras Melamun!

Sebuah perusahaan asuransi di Ameriak serikat, Erie Insurance Group (EIG) melakukan penelitian tentang kasus penyebab kecelakaan. Hasilnya, di luar dugaan banyak orang. Teramsuk kita, ente dan semua pembaca MOTOR Plus. Yup, faktanya, sebanyak 62 persen dari kecelakaan fatal di Amerika Serikat (AS), diakibatkan karena melamum.
Tercatat, 10 persen kecelakaan fatal di negeri Paman Sam ini, melibatkan minimal satu pengendara yang melamun. Dan you harus tahu, ternyatamelamun saat riding, mempunyai risiko 5 kali lipat ketimbang pengemudi mobil yang menggunakan ponsel. Seperti dilansir pada Bloomberg,  kecelakaan karena ponsel hanya 12 persen.
Lanjutkan membaca

Bursa Fast Moving Sepeda Motor, Ini Daftar Harganya



Pasar motor nasional yang membesar memberi konsekuensi ketersediaan spare part yang membesar pula. Besarnya pasar diikuti pula oleh tingginya pemalsuan komponen sepeda motor.

Menurut Gunadi Sindhuwinata, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia, total angka pembelian spare part mencapai triliunan. “Ini jadi alasan mengapa spare part banyak pemalsuan. Kategori pemalsuan ini memalsukan merek original. Belum lagi barang aftermarketnya,” ungkap Gunadi.

Direktur Jendral Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Kemekumham Ahmad Ramli menyebutkan, total sekitar 30 persen onderdil yang beredar di Indonesia adalah palsu.

Menurtu Gunadi, kondisi ini salah satu tindak kejahatan yang berefek luas. “Pasalnya suku cadang palsu juga jadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas. Jenis komponen fast moving yang paling banyak dipalsukan kategori komponen yang terkait dengan keselamatan berkendara,” katanya.
Lanjutkan membaca

Setel Rem Combi Brake System, Bisa Depan-Belakang

Ketika mengaplikasi fitur rem Combi Brake System (CBS), sobat enggak perlu bingung buat penyetelan toleransi. Ya, seperti di Honda Vario 125 PGM-FI CBS atau Honda BeAT PGM-FI CBS. Selain merujuk ke bengkel resmi terdekat, hal itu pun bisa dilakukan sendiri di rumah tuh.

“Untuk penyetelan toleransi, bisa dilakukan melalui baut setelan rem di rem depan atau rem belakang,” sebut Abdul Rohim dari bengkel AHASS HTML Motor di daerah Kp. Sawah, Ciputat, Tangerang.

Untuk bagian depan, sobat kudu buka cover setang terlebih dahulu. Setelah itu, cari baut setelan yang ada di bagian master rem depan. Tepatnya, di bagian bawah.

“Baut ini bisa diputar agar rem belakang bergerak lebih maju lagi dan membuat rem semakin pakem,” ungkap Boim, sapaan akrab Rohim sembari bilang untuk torsi pengencangan baut ini sekitar 6,4 N.m (0,7 kgf.m).

Sedang untuk penyetelan melalui tuas rem belakang, sobat tinggal memutar baut setelan yang ada di tuas rem di teromol. Semakin diputar ke bagian dalam, rem akan semakin pakem.

“Jarak main atau toleransi tuas rem sekitar 10 – 20 mm. Itu diukur dari keadaan bebas hingga tuas ditarik untuk pengereman,” saran Boim lagi.

Oh ya, ada batasan untuk penggantian cakram depan nih. Standarnya, cakram memiliki tebal 3,3 – 3,7 mm. Jika ketebalannya hanya menyisakan 3,0 mm, sebaiknya lakukan penggantian.(motorplus-online.com) 

Trik Pasang Handgrip, Harus Basah Licin Kering dan Lengket

Selain untuk mencuci baju atau piring kotor, sabun colek juga bisa digunakan sebagai bahan pelicin batangan. Eits, batangan di sini, maksudnya batang setang bro. Hehehe…

Pasalnya ketika brother akan ganti handgrip baru, biasanya cukup kesulitan ketika memasang.Walaupun part ini termasuk variasi yang paling mudah dicari. “Tapi, biasanya tidak semua toko variasi menyediakan jasa pemasangan,” keluh Ilham Ismail pemilik Yamaha Mio yang handgrip-nya baru.

Itu artinya brother harus memasang handgrip sendiri di rumah. Nah, agar saat proses pemasangan brother tidak merasa kesulitan, bisa gunakan sabuk colek. Jadi, handgrip bisa lebih mudah dimasukkan ke batang setang.

Caranya, cukup mudah. Sebelum handgrip dipasang, oleskan sabun colek pada bagian pipa setang. “Ada baiknya, sebelum sabun dioleskan berikan sedikit air. Tujuannya, agar handgrip makin mudah masuk. Sabun yang dioleskan, jangan terlalu banyak ya,” kata Ilham dari Vincent Gallery Racing yang di  Jl. Taman Sari 8, No. 129, Sawah Besar, Jakarta Barat.

Sabun ini multifungsi. Ketika sabun basah, bisa digunakan sebagai bahan pelicin. Namun, ketika sabun colek ini kering, fungsinya bisa berubah jadi pelekat antara handgrip dengan pipa setang.

Begitu bro. (motorplus-online.com)

Datang ke Sekolah, Yamaha Mio Ajak Pelajar Pahami Safety Riding

Masih dalam rangkaian 10 Tahun Yamaha Mio, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) kembali mengadakan acara bertajuk ‘Gebyar 10 Tahun Mio Mengunjungi Sekolah’. Sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda, Yamaha mencoba memperkenalkan pentingnya safety riding.

Hari ini (27/5), Yamaha mengunjungi SMA Muhammadiyah 5 Tebet, Jakarta. Tidak seperti biasanya, pengetahuan safety riding yang biasanya dilakukan oleh pihak Yamaha kini diambil alih langsung oleh para siswa.

“Instruktur safety riding berasal dari siswa SMA dan nantinya untuk mereka praktekkan langsung ke siswa SD, kata Anshari Kadir, Marcomm DDS 1 Jakarta PT YIMM di lokasi acara. Lanjutkan membaca

Tentang Komuter (1)

Komuter atau melaju adalah kegiatan transportasi rutin yang menghubungkan dua tempat berbeda dalam jarak yang relatif jauh. Sebenarnya tidak ada definisi yang fix untuk mendiskripsikan apa itu komuter atau melaju. Tapi yang jelas kegiatan ini sangat jamak dilakukan oleh manusia. Komuter dilakukan sehari-hari dengan pola perjalanan pergi-pulang dari tempat tinggal. Tujuannya bisa tempat kerja, kuliah/sekolah atau tempat lain sesuai alasan masing-masing.